Featured Article

Selasa, 23 April 2013

Manajemen Proyek



Sebuah Proyek Adalah :
Komplek, tidak rutin, usahanya dibatasi oleh waktu, anggaran, sumber daya dan spesifikasi k inerja yang disign untuk memenuhi kebutuhan pelanggan

Tujuan manajemen Proyek :
  1. tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan (Proyek-proyek yang berorientasi keuntungan terkait dengan perusahaan, jasa dan properti)
  2. bersifat sosial benefit. (Proyek-proyek yang bergerak pada sektor publik atau pemerintahan)
berdasarkan tujuan di atas  dapat disimpulkan bahwa manajer proyek harus mempertimbangkan kapan proyek dimulai   dan kapan proyek dapat diakhiri dalam penjadwalan waktu yang tepat, sehingga proyek akan mempunyai nilai tambah (value added) dan nilai guna (value in use)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PROYEK

  1. Misi Proyek
Berupa penentuan tujuan utama proyek dan menentukan arahan serta aturan umum yang akan digunakan dalam operasionalisasi proyek.

Tujuan :
Memberikan penjelasan kepada seluruh tim anggota proyek yang terlibat dalam operasional proyek

  1. Dukungan Top Manajemen
Berupa kesediaan untuk menyediakan sumber daya dan wewenang demi kesuksesan proyek, karena top manajemen berperan sebagai tutor dan fasilitator dalam mengimplementasikan rencana terhadap tujuan organisasi

Tujuan
Top manajemen mempunyai komitmen terhadap kesuksesan proyek

  1. Rencana Proyek
Penjadwalan dan rencana kerja yang berupa uraian rincian tentang spesifikasi keahlian tenaga kerja yang dibutuhkan serta rencana kerja rinci dari tahap ke tahap dalam operasional proyek

Tujuan
-          Untuk menjamin  proyek dapat terlaksana dengan efektif
-          Sebagai alat ukur kemajuan oparionalisasi proyek
-          Untuk mengetahui unsur kelayakan secara teknis maupun ekonomis

  1. Konsultasi dengan pelanggan
Memberikan gambaran hasil yang dibutuhkan oleh pelanggan yang akan menjadi pemakai hasil proyek

Tujuan
Untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan proyek

  1. Pelaksana
Merupakan suatu peran yang menentukan keberhasilan suatu proyek

Tujuan
Untuk melakukan rekrutmen dan seleksi tenaga kerja sesuai dengan keterampilan pelaksanaan proyek

  1. Tugas-tugas teknis
Ketersediaan peralatan, teknologi, dan keahlian yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek

Tujuan
-          Menyediakan tenaga operasionalisasi proyek sesuai dengan kebutuhan
-          Memanfaatkan peralatan teknologi dan keterampilan dalam menjalankan pekerjaan

  1. Kepercayaan Pelanggan
Merupakan kesediaan menerima terhadap hasil kerja proyek

Tujuan
-          pelanggan akan menerima hasil pekerjaan proyek
-          menjaga tingkat intensitas hubungan pelaksana proyek dengan pemakai

  1. Pengawasan dan umpan balik
Merupakan pengawasan menyeluruh terhadap seluruh aktifitas disetiap tahapan proyek dalam operasionalisasi proyek

Tujuan
-          Sebagai pembanding antara realisasi dengan rencana
-          Pemimpin proyek agar memiliki kemampuan untuk mengantisipasi masalah
-          Untuk menjaga penilaian pelaksanaan dan memastikan tidak ada satupun pekerjaan yang tertinggal

  1. Komunikasi
Interaksi informasi dan data terkini untuk seluruh pelaku dalam operasional proyek

Tujuan
-          Untuk memfasilitasi masing-masing variabel  penentu kesuksesan proyek
-          Untuk memberikan informasi yang terbaru antara pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek

  1. Pemecahan Masalah
Kemampuan untuk menangani keadaan kritis yang tidak diharapkan

Tujuan
-          Agar mampu mengendalikan jika terjadi penyimpangan dan yang direncanakan
-          Perlunya mekanisme pemecahan masalah yang ditetapkan dalam rencana operasional proyek.
-          Untuk mempermudah menejer proyek dalam mengatasi masalah dan mengatasi masalah potensial yang timbul

  
FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN PROYEK

  1. Teknologi
Teknologi merupakan bagian dari proyek yang mempunyai dampakbesar pada kesuksesan proyek

Teknologi yang digunakan manajemen atau tim proyek antara lain :
a.       Mengukur kemajuan proyek
b.      Mempunyai ide-ide umum dari teknologi yang dapat mewujudkan sesuatu yang diharapkan
c.       Tidak menjadi halangan ketika langkah dan perkembangannya lambat

  1. Organisasi
Faktor-faktor organisasional yang berdampak pada kelangsungan hidup proyek


Faktor-faktor organisasional yang dimaksud diantaranya adalah :
a.      Internal competition
Untuk memberikan motivasi tim proyek dan juga sumber daya yang berkualitas

b.      Managemen support and the Company’s market strategi
Berperan sebagai penyedia sumber daya, pengarah pelaksanaan proyek dan fasilitator dalam mengimplementasikan tujuan organisasi


  1. Kekuatan-kekuatan Pasar
Persaingan perusahaan di dalam pasar berpengaruh kuat pada kelangsungan proyek baru maupun proyek yang adakan datang

  1. Perencanaan
Merupakan faktor penting dagi kegagalan dan kesuksesan proyek

Kegunaan :
a.       mengurangi resiko dan meningkatkan kualitas
b.      sebagai dasar perencanaan dan pengoranisasian yang lebih efektif dari pengalaman tim proyek

  1. Tim Proyek
Kemampuan tim dalam melaksanakan kinerja dalam sebuah tim yang akan memiliki komitmen dan spesifikasi sesuai dengan persyaratan yang diperlukan proyek

Tujuan :
a.       Memberikan komitmen
b.      Aantusias
c.       Melakukan koordinasi
d.      Menyelesaikan konplik yang timbul

  1. Faktor Ekonomi
Merupakan frekuensi perputaran investasi yang dapat menunjukkan kesusesan dan kegagalan sebuah proyek

Tujuan :
a.       agar proyek mampu mengembalikan invertasi dengan cepat, sedang atau gagal
b.      perusahaan membuat ukuran baku berkaitan dengan kondisi financial (pendapatan)
c.       melakukan evaluasi setiap akhir proyek

  1. Lain-lain
Faktor-faktor lain yang dapat berpengaruh terhadap kesuksesan dan kegagalan dalam sebuat proyek

Contoh :
a.       peraturan pemerintah yang baru
b.      masalah-masalah yang berkaitan dengan hak paten kepemilikan
c.       pengaruh lingkungan baru.


METODOLOGI MANAJEMEN PROYEK

Merupakan sebuah model untuk menjelaskan hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan operasionalisasi proyek.
Kesuksesan proyek ini didukung dengan 3 variabel yaitu :

  1. implementataion process
kesuksesan operasionalisasi proyek diukur dengan menggunakan variabel
-          jadwal
-          anggaran
-          kepuasan pelanggan

  1. perceived value of project
persepsi manfaat proyek diukur dengan menggunakan variabel
-          pemecahan masalah bagi pelanggan
-          peningkatan pengambilan keputusan
-          pengaruh positif
-          peningkatan aktivitas

  1. client statisfaction
kepuasan pelangganm diukur dengan variabel
-          pelaksanaan proyek
-          penggunaan oleh pelanggan
-          manfaat pelanggan




 






















Network Planning


 1. Sejarah dan Pengertian Network Planning
Pada perencanaan suatu proyek terdapat proses pengambilan keputusan dan proses penetapan tujuan. Untuk dapat melaksanakan proses ini perlu adanya informasi yang tepat dan kemampuan pengambilan keputusan yang tinggi. Proses pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan serta proses penyelenggaraan merupakan sistem operasi pada perencanaan proyek.
Bila perencanaan proyek merupakan sebuah total sistem, maka penyelenggaraan proyek
 tersebut terdiri dari dua sub sistem, yaitu sub sistem operasi dan sub sistem informasi. Sub sistim operasi menjawab pertanyaan “bagaimana cara melaksanakan kegiatan” sedang sub sistem informasi menjawab pertanyaan “kegiatan apa saja yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan”. Network planning merupakan sub sistem informasinya.
Konsep network ini mula-mula disusun oleh perusahaan jasa konsultan manajemen Boaz, Allen dan Hamilton (1957) yang berada dibawah naungan perusahaan pesawat terbang Lockheed. Kebutuhan penyusunan network ini dirasakan perlu karena adanya koordinasi dan pengurutan kegitan-kegiatan pabrik yang kompleks, yang saling berhubungan dan saling tergantung satu sama lain. Hal ini dilakukan agar perencanaan dan pengawasan kegiatan dapat dilakukan secara sistimatis, sehingga dapat diperoleh efisiensi kerja.
Adanya network ini menjadikan sistem manajemen dapat menyusun perencanaan
 penyelesaian proyek dengan waktu dan biaya yang paling efisien. Di samping itu network juga dapat dipergunakan sebagai alat pengawasan yang cukup baik untuk menyelesaikan proyek tersebut. Diagram network merupakan kerangka penyelesaian proyek secara keseluruhan,
ataupun masing-masing pekerjaan yang menjadi bagian daripada penyelesaian proyek secara keseluruhan.
Pada prinsipnya network dipergunakan untuk perencaan penyelesaian berbagai macam pekerjaan terutama pekerjaan yang terdiri atas berbagai unit pekerjaan yang semakin sulit dan rumit.
Menurut Sofwan Badri (1997 : 13) dalam bukunya “Dasar-Dasar Network Planning” adalah sebagai berikut :
Network planning pada prinsipnya adalah hubungan ketergantungan antara bagian-bagian pekerjaan (variabel) yang digambarkan / divisualisasikan dalam diagram network”. Dengan demikian diketahui bagian-bagian pekerjaan mana yang harus didahulukan, bila perlu dilembur (tambah biaya), pekerjaan mana yang menunggu selesainya pekerjaan yang lain, pekerjaan mana yang tidak perlu tergesa-gesa sehingga alat dan tenaga dapat digeser ke tempat lain demi efesiensi.
Sedangkan menurut Soetomo Kajatmo (1977: 26) adalah :
Network planning merupakan sebuah alat manajemen yang memungkinkan dapat lebih luas dan lengkapnya perencanaan dan pengawasan suatu proyek”. Adapun definisi proyek itu sendiri adalah suatu rangkaian kegiatan-kegiatan (aktivitas) yang mempunyai saat permulaan dan yang harus dilaksanakan serta diselesaikan untuk mendapatkan tujuan tertentu.
Pengertian lainnya yang dikemukakan oleh Tubagus Haedar Ali (1995: 38) yaitu:
Network planning adalah salah satu model yang digunakan dalam penyelenggaraan proyek yang produknya adalah informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang ada dalam network diagram proyek yang bersangkutan.

2. Manfaat
Network planning merupakan teknik perencanaan yang dapat mengevaluasi interaksi antara kegiatan-kegiatan. Manfaat yang dapat dirasakan dari pemakaian analisis network adalah sebagai berikut :
a. Dapat mengenali (identifikasi) jalur kritis (critical path) dalam hal ini adalah jalur elemen yaitu kegiatan yang kritis dalam skala waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan.
b. Dapat diketahui dengan pasti kesukaran yang akan timbul jauh sebelum terjadinya sehingga dapat diambil tindakan yang presentatif.
c. Mempunyai kemampuan mengadakan perubahan-perubahan sumber daya dan memperhatikan efek terhadap waktu selesainya proyek.
d. Sebagai alat komunikatif yang efektif.
e. Memungkinkan tercapainya penyelenggaraan proyek yang lebih ekenomis dipandang dari sudut biaya langsung dan penggunaan sumber daya yang optimum.

f. Dapat dipergunakan untuk memperkirakan efek-efek dari hasil yang dicapai suatu kegiatan terhadap keseluruhan rencana.

Jumat, 01 Februari 2013

Kontruksi Baja Saluran Transmisi Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)




Konstruksi tower besi baja merupakan jenis konstruksi saluran transmisi tegangan tinggi (SUTT) ataupun saluran transmisi tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang paling banyak digunakan di jaringan PLN, karena mudah dirakit terutama untuk pemasangan di daerah pegunungan dan jauh dari jalan raya, harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan penggunaan saluran bawah tanah serta pemeliharaannya yang mudah. Namun demikian perlu pengawasan yang intensif, karena besi-besinya rawan terhadap pencurian. Seperti yang telah terjadi dibeberapa daerah di Indonesia, dimana pencurian besi-besi baja pada menara / tower listrik mengakibatkan menara / tower listrik tersebut roboh, dan penyaluran energi listrik ke konsumen pun menjadi terganggu.
Suatu menara atau tower listrik harus kuat terhadap beban yang bekerja padanya, antara lain yaitu:
- Gaya berat tower dan kawat penghantar (gaya tekan).
- Gaya tarik akibat rentangan kawat.
- Gaya angin akibat terpaan angin pada kawat maupun badan tower.

      Tujuan utama struktur tower ini adalah sebagai struktur tower dapat menahan beban berupa alat penangkap dan pemancar gelombang transmisi.
      Profil batang atau penampang pada tower menggunakan profil L menjadikan tower transmisi ini mampu melayani beban-beban yang direncanakan. Kemudian sambungan baut digunakan untuk menyatukan bagian-bagian dari konstruksi supaya menjadi struktur rangka yang kuat, dimana ujung-ujung profil baja disambung antara yang satu dengan yang lainnya dengan ikatan baut yang cukup untuk menahan beban menyebar secara tertib ke pondasi. pondasi bawah rangka tower yang digunakan adalah pondasi tiang.
      Dan jenis tumpuan yang terdapat pada struktur ini adalah tumpuan jepit, sedangkan apabila ada jenis tumpuan lain pengamat kurang memahami dalam pengamatan.Tumpuan Jepit menahan arah vertical, horizontal, dan momen.
      Tumpuan yang mampu melawan gaya dalam setiap arah dan juga mampu melawan suatu kopel atau momen. Secara actual, tumpuan ini diperoleh dengan mengecornya ke dalam beton, atau me-las / memasang keeling ke dalam bangunan utama. Tumpuan ini disebut tumpuan jepit.

Selasa, 29 Januari 2013

KACA




KACA
Kaca adalah suatu bahan tembus cahaya (transparan) sebagai hasil pengolahan beberapa bahan dasar, seperti pasir kuarsa, soda abu, dolomite, dan lain-lain yang digunakan untuk berbagai keperluan dalam bangunan terutama untuk pintu dan jendela. Sesuaidengan kualitas dan ketebalnnya tersedia berbagai jenis kaca yang dirancang khusus untuk mengurani kesilauan atau transmisi panas yang menembus bahan terebut, contohnya kaca Ray-Ban.
Jenis-jenis kaca yang sering digunakan dalam interior adalah sebagai berikut :
-               - Kaca bening atau polos (clear glass)
          - Kaca es atau kaca susu (white figured glass)
-               - Kaca gelap atau Ray-Ban (tinted glass)
-               - Kaca cermin (mirror)
-               - Kaca nako (naco), dan
-               - Kaca blok (glass block)
Untuk memperindah tampilan rumah, baik interior maupun eksterior,anda harus mengetahui dimensi kaca agar dapat dengan mudah memilih jenis yang sesuai dengan kebutuhan. Ketebalan umum kaca berkisar antara 2-6 mm, tetapi ada juga ketebalan khusus antara 7-12 mm. Tebal kaca maksimum adalah 16mm dengan luas kaca maksimum yang tersedia 1,8 x 3,3 m.
Jenis-jenis kaca dan fungsinya
a. Kaca biasa
Jenis ini termasuk kaca yang dihasilkan dari tiupan menurut cara silinder dengan menghasilkan kaca yaitu :
-          Kaca setengah hijau
-          Kaca setengah putih
-          Kaca ¾ putih
-          Kaca putih
Menurut tebal kaca dapat dalam :
1) Tebal tunggal 1,5 – 2 mm
2) Tebal berganda 2 – 4 mm
3) Tenal rangkap tiga 4 – 6 mm
Kaca tersebut diatas paling banyak digunakan untuk kebutuhan perumahan, panjang dan lebar terdapat dala bermacam-macam ukuran.
b. Kaca kabur
Kaca ini bayak digunakan untuk jendela dan pintu-pintu di WC, kamar mandi, dan sebagainya. Pembuatannya dengan alat penyembur pasir. Mula-mula pelat kaca dicat dengan bubur tepung dan setelah itu dikerjakan dengan pesawat penyembur pasir, dengan menghasilkan kaca yang kabur (buram).
c. Kaca yang berlubang-lubang
Pembuatan kaca ini seperti halnya membuat kaca secara di tuang ke dalam suatu pelat dari besi tuang.
d. Kaca bunga es
Kaca yang berwarna dan yang tak berwarna dapat dibuat gambar-gambar serupa es. Untuk kaca ini dilapisi dengan bubur perekat yang mempunyai daya rekat yang tinggi bila menjadi kering yang kemudian memecahkan kerisik dari permukaanya.
e. Kaca Bertulang
Yaitu untuk penguatan kaca tersebut. Pembuatannya, di waktu menuang kaca cair ke dalam satu pelat besi tuang kawat logam yang dibuat dengan rapat dimasukkan ke dalam massa kaca yang cair itu. Kaca yang dihasilkan ini disebut kaca bertulang yang berukuran 6 – 10mm.
f. Kaca tripleks
Kaca khusus digunakan untuk jendela mobil. Kaca ini terdiri dari 2 lapis ± 1,5 mmdan digunakan lem untuk merekatkan di antaranya. Lem yang digunakan ialah seluloid.
g. Kaca Termoluks
Kaca ini dibentuk oleh dua buah pelat kaca jernih. Diantara pelat itu dilietakkan sejenis wool. Kaca ini gunanya untuk menyekat panas dan dingin dan disamping itu sangat baik dalam meredamnya.
h. Kaca vita
Jenis kaca ini dapat meneruskan sinar ultra violet dari bahaya matahari yang tak dapat dilihat oleh manusia. Kaca ini digunakan di rumah-rumah kaca untuk tanaman.

Popular Posts