Featured Article

Jumat, 01 Februari 2013

Kontruksi Baja Saluran Transmisi Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)




Konstruksi tower besi baja merupakan jenis konstruksi saluran transmisi tegangan tinggi (SUTT) ataupun saluran transmisi tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang paling banyak digunakan di jaringan PLN, karena mudah dirakit terutama untuk pemasangan di daerah pegunungan dan jauh dari jalan raya, harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan penggunaan saluran bawah tanah serta pemeliharaannya yang mudah. Namun demikian perlu pengawasan yang intensif, karena besi-besinya rawan terhadap pencurian. Seperti yang telah terjadi dibeberapa daerah di Indonesia, dimana pencurian besi-besi baja pada menara / tower listrik mengakibatkan menara / tower listrik tersebut roboh, dan penyaluran energi listrik ke konsumen pun menjadi terganggu.
Suatu menara atau tower listrik harus kuat terhadap beban yang bekerja padanya, antara lain yaitu:
- Gaya berat tower dan kawat penghantar (gaya tekan).
- Gaya tarik akibat rentangan kawat.
- Gaya angin akibat terpaan angin pada kawat maupun badan tower.

      Tujuan utama struktur tower ini adalah sebagai struktur tower dapat menahan beban berupa alat penangkap dan pemancar gelombang transmisi.
      Profil batang atau penampang pada tower menggunakan profil L menjadikan tower transmisi ini mampu melayani beban-beban yang direncanakan. Kemudian sambungan baut digunakan untuk menyatukan bagian-bagian dari konstruksi supaya menjadi struktur rangka yang kuat, dimana ujung-ujung profil baja disambung antara yang satu dengan yang lainnya dengan ikatan baut yang cukup untuk menahan beban menyebar secara tertib ke pondasi. pondasi bawah rangka tower yang digunakan adalah pondasi tiang.
      Dan jenis tumpuan yang terdapat pada struktur ini adalah tumpuan jepit, sedangkan apabila ada jenis tumpuan lain pengamat kurang memahami dalam pengamatan.Tumpuan Jepit menahan arah vertical, horizontal, dan momen.
      Tumpuan yang mampu melawan gaya dalam setiap arah dan juga mampu melawan suatu kopel atau momen. Secara actual, tumpuan ini diperoleh dengan mengecornya ke dalam beton, atau me-las / memasang keeling ke dalam bangunan utama. Tumpuan ini disebut tumpuan jepit.

Selasa, 29 Januari 2013

KACA




KACA
Kaca adalah suatu bahan tembus cahaya (transparan) sebagai hasil pengolahan beberapa bahan dasar, seperti pasir kuarsa, soda abu, dolomite, dan lain-lain yang digunakan untuk berbagai keperluan dalam bangunan terutama untuk pintu dan jendela. Sesuaidengan kualitas dan ketebalnnya tersedia berbagai jenis kaca yang dirancang khusus untuk mengurani kesilauan atau transmisi panas yang menembus bahan terebut, contohnya kaca Ray-Ban.
Jenis-jenis kaca yang sering digunakan dalam interior adalah sebagai berikut :
-               - Kaca bening atau polos (clear glass)
          - Kaca es atau kaca susu (white figured glass)
-               - Kaca gelap atau Ray-Ban (tinted glass)
-               - Kaca cermin (mirror)
-               - Kaca nako (naco), dan
-               - Kaca blok (glass block)
Untuk memperindah tampilan rumah, baik interior maupun eksterior,anda harus mengetahui dimensi kaca agar dapat dengan mudah memilih jenis yang sesuai dengan kebutuhan. Ketebalan umum kaca berkisar antara 2-6 mm, tetapi ada juga ketebalan khusus antara 7-12 mm. Tebal kaca maksimum adalah 16mm dengan luas kaca maksimum yang tersedia 1,8 x 3,3 m.
Jenis-jenis kaca dan fungsinya
a. Kaca biasa
Jenis ini termasuk kaca yang dihasilkan dari tiupan menurut cara silinder dengan menghasilkan kaca yaitu :
-          Kaca setengah hijau
-          Kaca setengah putih
-          Kaca ¾ putih
-          Kaca putih
Menurut tebal kaca dapat dalam :
1) Tebal tunggal 1,5 – 2 mm
2) Tebal berganda 2 – 4 mm
3) Tenal rangkap tiga 4 – 6 mm
Kaca tersebut diatas paling banyak digunakan untuk kebutuhan perumahan, panjang dan lebar terdapat dala bermacam-macam ukuran.
b. Kaca kabur
Kaca ini bayak digunakan untuk jendela dan pintu-pintu di WC, kamar mandi, dan sebagainya. Pembuatannya dengan alat penyembur pasir. Mula-mula pelat kaca dicat dengan bubur tepung dan setelah itu dikerjakan dengan pesawat penyembur pasir, dengan menghasilkan kaca yang kabur (buram).
c. Kaca yang berlubang-lubang
Pembuatan kaca ini seperti halnya membuat kaca secara di tuang ke dalam suatu pelat dari besi tuang.
d. Kaca bunga es
Kaca yang berwarna dan yang tak berwarna dapat dibuat gambar-gambar serupa es. Untuk kaca ini dilapisi dengan bubur perekat yang mempunyai daya rekat yang tinggi bila menjadi kering yang kemudian memecahkan kerisik dari permukaanya.
e. Kaca Bertulang
Yaitu untuk penguatan kaca tersebut. Pembuatannya, di waktu menuang kaca cair ke dalam satu pelat besi tuang kawat logam yang dibuat dengan rapat dimasukkan ke dalam massa kaca yang cair itu. Kaca yang dihasilkan ini disebut kaca bertulang yang berukuran 6 – 10mm.
f. Kaca tripleks
Kaca khusus digunakan untuk jendela mobil. Kaca ini terdiri dari 2 lapis ± 1,5 mmdan digunakan lem untuk merekatkan di antaranya. Lem yang digunakan ialah seluloid.
g. Kaca Termoluks
Kaca ini dibentuk oleh dua buah pelat kaca jernih. Diantara pelat itu dilietakkan sejenis wool. Kaca ini gunanya untuk menyekat panas dan dingin dan disamping itu sangat baik dalam meredamnya.
h. Kaca vita
Jenis kaca ini dapat meneruskan sinar ultra violet dari bahaya matahari yang tak dapat dilihat oleh manusia. Kaca ini digunakan di rumah-rumah kaca untuk tanaman.

Popular Posts